KETAPANG – Tiga dosen STAI AI-Haudl Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI melalui Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Walisongo Semarang. Ketiga dosen tersebut adalah Lutfiyatun Nakiyah, Moh. Imam HD, dan Hermanto, yang seluruhnya merupakan dosen tetap pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari komitmen STAI Al-Haudl Ketapang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme dosen guna mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
PKDP merupakan program nasional yang ditujukan bagi dosen tetap yang telah memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Pada tahun 2026, Kementerian Agama menunjuk 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai penyelenggara program, salah satunya UIN Walisongo Semarang yang telah berpengalaman menyelenggarakan PKDP selama lima tahun terakhir.
Program berlangsung pada 8-23 Juni 2026 dengan pola pembelajaran hybrid yang memadukan kegiatan daring dan luring. Kegiatan terdiri atas In Service Course 1 (ISC-1), On the Job Course (OJC), dan In Service Course 2 (ISC-2). Pada penyelenggaraan tahun ini, UIN Walisongo Semarang memfasilitasi 144 peserta yang berasal dari Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.
Berbagai materi diberikan kepada peserta, meliputi kebijakan PKDP, pengembangan karier dosen, perencanaan dan evaluasi pembelajaran, strategi pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, serta paradigma kesatuan ilmu. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu dosen STAI Al-Haudl Ketapang, Lutfiyatun Nakiyah, menyampaikan bahwa PKDP memberikan pengalaman berharga untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi sebagai pendidik di perguruan tinggi. “Melalui PKDP, saya memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman baru, khususnya terkait strategi pembelajaran, pengembangan karier akademik, serta kesempatan membangun jejaring dengan dosen dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan akademik di kampus,” ujarnya.
Selain mendukung pengembangan profesionalisme dosen, PKDP juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos). Karena itu, program ini diharapkan dapat menjadi stimulan penting dalam meningkatkan kualitas kinerja akademik sekaligus mendukung pengembangan karier dosen di masa mendatang.
Melalui partisipasi dalam PKDP, STAI Al-Haudi Ketapang berharap para dosen dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kompetensi dosen tidak hanya
berdampak pada pengembangan karier individu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu institusi serta kualitas lulusan yang dihasilkan.













