KetapangUncategorized

Buka MTQ XXXIII Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Targetkan Kafilah Ketapang Bertahan di Lima Besar Provinsi

×

Buka MTQ XXXIII Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Targetkan Kafilah Ketapang Bertahan di Lima Besar Provinsi

Share this article

KETAPANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an atau MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 resmi dimulai. Perhelatan syiar Islam terbesar di Kabupaten Ketapang tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo di halaman STAI Al-Haudl Ketapang, Kecamatan Muara Pawan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Pembukaan MTQ XXXIII berlangsung meriah, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Ketapang.

Prosesi pembukaan ditandai secara simbolis dengan penekanan tombol sirine dan pemukulan bedug oleh Bupati Alexander Wilyo. Prosesi tersebut turut didampingi Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, S.H., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Ketapang, Ketua MUI, serta Camat Muara Pawan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan tamu melalui atraksi pencak silat dari PS Putra Kayong, penampilan Gendang Tas MABM Muara Pawan, serta defile kafilah dari kecamatan se-Kabupaten Ketapang. Suasana semakin khidmat saat Qari Nasional Muhammad Zian Fahrezi, Juara I MTQ Internasional di Irak Tahun 2026, mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang. Apresiasi tersebut disampaikan kepada panitia pelaksana, LPTQ, Kementerian Agama, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafizh, dan hafizhah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan media dakwah, sarana syiar Islam, serta ruang untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafizh, dan hafizhah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana syiar Islam, media dakwah, serta wahana untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an,” ujar Bupati Alexander Wilyo.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya harus dibaca dengan baik dan benar. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup serta landasan moral dalam membangun masyarakat yang damai, maju, dan berkeadaban.

MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2026 mengusung tema “Merajut Silaturrahmi, Menebar Cahaya Ilahi, Membumikan Nilai-Nilai Qur’ani untuk Mewujudkan Ketapang Maju dan Mandiri.” Tema tersebut dinilai selaras dengan semangat Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari aspek moral, spiritual, dan karakter masyarakat.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa MTQ merupakan milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda umat Islam, tetapi juga bagian dari wajah kebersamaan masyarakat Ketapang yang hidup dalam suasana rukun, harmonis, dan saling menghormati.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ. Bupati berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembinaan generasi Qur’ani sekaligus memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat.

Menghadapi MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan datang di Kabupaten Kayong Utara, Bupati Alexander Wilyo secara langsung memasang target peningkatan prestasi bagi kafilah Kabupaten Ketapang. Ia berharap Ketapang tidak hanya mampu mempertahankan posisi lima besar, tetapi juga dapat menembus peringkat yang lebih baik.

“Tahun lalu kita berada di peringkat lima besar. Tahun ini saya menargetkan minimal naik ke peringkat empat atau bahkan tiga besar, dan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh untuk mencapainya,” tegas Bupati Alexander Wilyo.

Bupati menyampaikan bahwa prestasi dalam MTQ harus dibangun melalui pembinaan yang serius, berjenjang, dan berkelanjutan. Ia berharap para peserta terbaik dari MTQ tingkat kabupaten dapat dipersiapkan secara optimal untuk mewakili Ketapang di tingkat provinsi.

Menurut Bupati Alexander Wilyo, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, atau peningkatan investasi. Kemajuan daerah juga harus dilihat dari kualitas moral, spiritual, adab, dan akhlak masyarakatnya.

“Saya selalu memberikan perhatian kepada alim ulama dan meminta saran serta pendapat mereka. Membangun Ketapang menuju daerah yang maju dan mandiri tidak bisa hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya, mentalnya, akhlaknya, adabnya, dan imannya,” ungkapnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjadikan Ketapang sebagai rumah besar bersama yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh suku, agama, dan golongan. Menurutnya, nilai-nilai Qur’ani harus menjadi cahaya yang memperkuat kehidupan sosial dan mempererat hubungan antarsesama.

Kepada para peserta MTQ, Bupati Alexander Wilyo berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, kejujuran, dan sportivitas. Ia berharap MTQ dapat melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, religius, berakhlak mulia, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sementara kepada para dewan hakim, Bupati meminta agar tugas penilaian dilaksanakan secara profesional, objektif, dan penuh integritas. Menurutnya, kualitas penilaian sangat penting untuk memastikan lahirnya duta-duta terbaik Kabupaten Ketapang yang akan berlaga di tingkat provinsi.

Menutup arahannya, Bupati Alexander Wilyo membawakan pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan dan peserta.

“Duduk bersantai si anak dara,
sambil melihat si bebek angsa.
Selamat dan sukses untuk panitia penyelenggara,
telah menghantarkan acara yang sangat luar biasa.”

Dari sisi teknis pelaksanaan, Camat Muara Pawan sekaligus Ketua Panitia, Abdurani, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan didukung sekitar 200 personel, yang terdiri dari panitia kabupaten, dewan hakim, panitera, tim kesehatan, tim keamanan, serta unsur pendukung lainnya.

Cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, serta sejumlah cabang lainnya sesuai ketentuan LPTQ Kabupaten Ketapang. Perlombaan tersebut disebar di tujuh arena yang telah disiapkan oleh pihak kecamatan bersama masyarakat sekitar.

Abdurani menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, pihak sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan MTQ XXXIII. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pada hari pertama masih terdapat kekurangan pelayanan, serta memastikan panitia akan terus melakukan evaluasi berdasarkan masukan yang konstruktif.

Acara pembukaan MTQ XXXIII Tingkat Kabupaten Ketapang kemudian ditutup dengan pagelaran tari kolosal Tari Manggar. Pertunjukan tersebut berhasil memadukan unsur kebudayaan lokal dengan nilai spiritualitas keislaman, sehingga memberikan kesan mendalam bagi para tamu undangan, peserta, dan masyarakat yang hadir.

Melalui MTQ XXXIII ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat. MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat iman, memperindah akhlak, mempererat persaudaraan, dan membangun Ketapang yang maju, mandiri, religius, serta berkeadaban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *