Scroll untuk baca artikel
Example 325x300


Ketapang

Bupati Ketapang Lantik Dewan Pengawas RSUD dr. Agoesdjam, Tegaskan Peningkatan Pelayanan Publik

202
×

Bupati Ketapang Lantik Dewan Pengawas RSUD dr. Agoesdjam, Tegaskan Peningkatan Pelayanan Publik

Share this article


PosKalbar.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara resmi melantik anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang pada Selasa (11/11/2025) bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang.

Pelantikan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, para Staf Ahli Bupati, rohaniawan, anggota Dewan Pengawas periode sebelumnya, serta sejumlah pejabat perangkat daerah dan tamu undangan.

Dalam acara tersebut, Bupati melantik Syamsul Islami, S.IP., M.T. sebagai Ketua Dewan Pengawas BLUD RSUD dr. Agoesdjam, serta Donatus Franseda, A.P., M.M. dan Pandi Ismar sebagai anggota Dewan Pengawas.

Kesehatan Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Alexander menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan prioritas utama dalam pembangunan.

“Apa gunanya harta atau pendidikan tinggi kalau kita tidak sehat. Kesehatan adalah yang utama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Dewan Pengawas memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan rumah sakit semakin baik, profesional, dan berpihak pada masyarakat.

“Dewan Pengawas bukan sekadar formalitas. Mereka adalah perpanjangan tangan saya dan masyarakat untuk memastikan kinerja rumah sakit berjalan baik,” ujarnya.

Pelantikan di Pendopo Menunjukkan Pentingnya Peran Dewan Pengawas

Bupati turut menjelaskan alasan pelantikan dilakukan di Pendopo, bukan di area rumah sakit. Menurutnya, hal ini menggambarkan bahwa Dewan Pengawas merupakan lembaga yang memiliki posisi penting dan sejajar sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Kenapa saya minta pelantikan tidak di rumah sakit? Karena Dewan Pengawas ini penting. Mereka bagian dari sistem pengawasan publik yang harus berjalan efektif,” jelasnya.

Responsif terhadap Keluhan Publik

Bupati berpesan agar Dewan Pengawas bekerja secara responsif, adaptif, dan tanggap terhadap keluhan masyarakat, baik yang diterima secara langsung maupun melalui media sosial.

“Kalau ada kritik atau masukan dari masyarakat, harus direspons cepat dan bijak. Jangan diam. Dewan Pengawas harus tampil terdepan bersama manajemen rumah sakit,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus berlangsung tanpa henti, mengingat rumah sakit melayani nyawa manusia.

“Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti—pagi, siang, malam. Kalau pelayanannya baik, citra pemerintah daerah pun akan baik.”

Bagian dari Penataan Birokrasi

Pelantikan ini, menurut Bupati, merupakan bagian dari langkah penataan birokrasi secara sistematis dan terukur untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah.

“Saya tidak mau terburu-buru. Ini bagian dari proses menata birokrasi yang berjejak. Saya memilih orang-orang yang tepat.”

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa ketiga anggota Dewan Pengawas yang dilantik merupakan figur berkompeten dan mampu menjalankan amanah dengan baik.

Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan Dewan Pengawas bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi juga merupakan amanah moral dan spiritual.

“Walaupun honor tidak besar, saya harap semangat dan tanggung jawab tetap tinggi. Amanah ini bukan hanya kepada saya, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Dorongan Transformasi RSUD dr. Agoesdjam dalam Empat Tahun ke Depan

Di akhir sambutan, Bupati berharap dalam empat tahun mendatang RSUD dr. Agoesdjam dapat menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi pelayanan, manajemen, maupun suasana kerja.

“Kita mulai dari pelayanan publik. Kalau masyarakat puas, berarti kita berhasil. Kalau masih ada keluhan, berarti masih banyak yang perlu diperbaiki.”

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan visi pembangunan daerah, “Ketapang yang Maju dan Mandiri”, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

“Mari kita bangun Ketapang yang adil, maju, dan mandiri. Dan semua itu dimulai dari pelayanan publik yang berkualitas, termasuk di bidang kesehatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *