PosKalbar.com – Seorang pengendara motor bernama Angga, warga Tanjung Belimbing, mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Jalan Sungai Mengkuang, Dusun Simpang Empat, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada Rabu 24 Desember 2025.
Jalan Sungai Mengkuang merupakan salah satu jalur alternatif menuju Pantai Pulau Datok Sukadana, yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Kayong Utara.
Diketahui, ruas jalan tersebut sebelumnya telah beberapa kali diperbaiki. Namun, perbaikan yang dilakukan tidak bertahan lama.
Sejak November hingga Desember 2025, jalan itu tercatat sudah dua kali diperbaiki, tetapi kondisinya kembali rusak.
Salah seorang saksi mata, Yuni, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat kejadian, ia sedang beristirahat di dalam rumah ketika tiba-tiba mendengar suara sepeda motor terjatuh.
”Saya sedang istirahat di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara motor jatuh. Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB,” ujar Yuni saat dikonfirmasi awak media.
Yuni menyebutkan, pengendara sepeda motor tersebut melaju dari arah Pantai Pulau Datok menuju Simpang Empat. Saat kejadian, korban tidak menggunakan helm dan mengendarai motor dengan kecepatan cukup tinggi.
”Dia dari arah pantai menuju simpang empat. Dari suara motornya jatuh, sepertinya melaju cukup kencang,” jelasnya.
Selain itu, Yuni mengatakan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sehari sebelumnya, kejadian serupa juga sempat dialami pengendara lain, namun tidak menimbulkan luka serius karena melaju dengan kecepatan rendah.
”Kemarin juga ada perempuan yang jatuh, tapi tidak apa-apa karena jalannya pelan. Kalau yang sekarang mungkin karena melaju cukup kencang, jadi lukanya lebih parah,” katanya.
Kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak, berlubang, serta dipenuhi pasir dan kerikil, sehingga permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara.
Yuni juga menambahkan bahwa peralatan untuk perbaikan jalan sebenarnya telah tersedia sejak sehari sebelumnya, namun belum dikerjakan.
”Alat-alat untuk perbaikan, seperti cairan aspal, sudah datang sejak kemarin, tapi belum dikerjakan. Baru sekarang, setelah ada yang jatuh, perbaikan mulai dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Firman, warga setempat lainnya, menyebutkan bahwa kondisi jalan tersebut memang sempat diperbaiki, namun kembali rusak dalam waktu singkat.
”Jalan ini memang sudah diperbaiki, tapi tidak lama kemudian rusak lagi. Banyak pengendara mengeluh karena sangat membahayakan,” ujarnya.
Diketahui, akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah dan tangan kanan. Usai kejadian, Angga segera dievakuasi dan dilarikan ke Klinik Asri Sukadana menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban lain dan kecelakaan tersebut murni merupakan kecelakaan tunggal.
Warga setempat berharap agar perbaikan jalan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam.
Mereka menilai kondisi jalan yang cepat rusak kembali menunjukkan lemahnya kualitas pekerjaan, sehingga berpotensi terus menimbulkan korban jika tidak segera ditangani secara serius.














