Scroll untuk baca artikel
Example 325x300


Ketapang

Bupati Ketapang Ajak Pesantren dan Tokoh Agama Perkuat Harmoni Sosial dan Kemandirian Daerah

205
×

Bupati Ketapang Ajak Pesantren dan Tokoh Agama Perkuat Harmoni Sosial dan Kemandirian Daerah

Share this article


PosKalbar.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan tokoh agama, untuk terus memperkuat harmoni sosial, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun kemandirian daerah. Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Coffee Morning di Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Kabupaten Ketapang, pada Senin (24/11/2025).

 

Acara yang digelar dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya Pondok Pesantren Mambaul Khairat ini diprakarsai langsung oleh pimpinan pesantren, KH. Abdullah Al-Fakir, S.E. Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran FORKOPIMDA Kabupaten Ketapang, antara lain Kajari, Wakil Ketua DPRD, Wakapolres, perwakilan Kodim, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Kantor Kementerian Agama, para kepala OPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.

 

Dalam sambutannya, Bupati Alexander memberikan apresiasi tinggi kepada KH. Abdullah Al-Fakir dan seluruh jajaran pesantren yang telah berperan aktif mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.

 

Beliau menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Ketapang yang aman, damai, dan berdaya saing.

 

“Kegiatan seperti Coffee Morning ini sangat positif karena mempererat komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama. Ketapang ini rumah besar kita semua, dan rumah besar ini hanya bisa nyaman kalau kita jaga bersama,” ujarnya.

 

Bupati Alexander juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya membangun Ketapang yang lebih maju melalui program-program pembangunan yang adil dan merata. Namun, ia mengingatkan pentingnya kemandirian daerah di tengah tantangan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

 

“Kita harus bisa berdiri di kaki sendiri. Ketapang punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan bijak. Kalau SDM kita kuat, apa pun bisa kita capai,” tegasnya.

 

Dalam konteks tersebut, peran pesantren dinilai sangat strategis karena mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan memiliki kepekaan sosial.

 

“Saya ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan. Dan pesantren punya peran besar di situ,” tambahnya.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan akrab. Para tamu undangan duduk bersama sambil menikmati sajian khas pesantren, seperti kopi jahe, jagung rebus, serta berbagai produk UMKM binaan pondok pesantren.

 

Menutup sambutannya, Bupati Alexander kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keberagaman di Ketapang adalah kekuatan yang harus dirawat.

 

“Kalau kita rukun dan bersatu, apa pun tantangannya bisa kita hadapi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan semua pihak—ulama, tokoh masyarakat, adat, dan generasi muda,” katanya.

 

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan pimpinan pesantren yang selama ini telah membantu pemerintah dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembinaan moral masyarakat.

 

“Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Karena tujuan kita sama: membangun Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *