PosKalbar.com — Bupati Ketapang menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan tidak boleh berhenti, bahkan pada hari Minggu sekalipun. Menurutnya, masyarakat menunggu hasil nyata dan pemerintah harus memastikan setiap program berjalan sesuai jalur.
Ia mengakui bahwa kondisi fiskal tahun ini cukup menantang. Pemotongan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) membuat ruang anggaran semakin terbatas, sehingga sejumlah rencana harus ditata ulang. Sementara itu, kebutuhan masyarakat terus meningkat dan menuntut respons cepat.
Namun, keterbatasan anggaran tidak mengurangi tekadnya untuk terus bekerja. “Anggaran boleh berkurang, tapi semangat membangun tidak boleh kendur. Justru di saat seperti ini komitmen kita diuji. Kita harus bekerja lebih cerdas, lebih gotong royong, dan tetap fokus mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa membangun Ketapang bukan sekadar menyelesaikan proyek, tetapi merupakan tanggung jawab moral kepada masyarakat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, ia yakin Ketapang mampu memperkuat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, dan akses internet sebagai fondasi pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.
Bupati menutup dengan menegaskan bahwa tidak ada kata berhenti bagi pembangunan Ketapang. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan menjadi pemacu untuk bekerja lebih sungguh-sungguh demi kemajuan daerah yang dicintai bersama.














