MUARA ENIM – Gereja Katolik St. Yosef Tanjung Enim menggelar Sarasehan umat lintas instansi yang melibatkan anggota TNI, Polri, ASN/PNS, pegawai BUMN, BUMD, hingga karyawan swasta, di aula Gereja St. Yosef Tanjung Enim, Minggu (30/11/25).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pastor Paroki, Romo Guido Suprapto, bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yosef Tanjung Enim sebagai ruang perjumpaan, dialog, dan penguatan iman bagi para awam Katolik yang berkarya di berbagai sektor dunia kerja.
Sarasehan tahun ini mengangkat tema “Awam Katolik Bersaksi dan Melayani di Tengah Dunia Kerja”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran umat dalam menjadi garam dan terang di lingkungan profesi masing-masing. Melalui pertemuan ini, para peserta diajak membangun jejaring persaudaraan, saling mengenal, serta menyadari panggilan bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam tugas dan tanggung jawab harian.
Ketua DPP St. Yosef Tanjung Enim, Matius Sunoto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para peserta dari berbagai instansi. “Terima kasih karena kita boleh berkumpul dalam Sarasehan ini. Lewat pertemuan seperti ini, kita bisa saling bertemu, menyapa, dan menguatkan satu sama lain sebagai satu Gereja, meski kita berasal dari ruang kerja yang berbeda-beda,” ujarnya.
Sunoto menegaskan bahwa kesibukan dan keterbatasan waktu sering kali membuat umat dari berbagai instansi jarang dapat berkumpul. Karena itu, Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk membangun kembali kedekatan, komunikasi, dan semangat kebersamaan dalam pelayanan Gereja maupun kehidupan sosial. “Semoga ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, tetapi menjadi awal gerakan bersama untuk mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Romo Guido Suprapto dalam pemaparannya menekankan bahwa awam memiliki peran utama dalam menghadirkan nilai-nilai iman di dunia profesional. “Gereja membutuhkan kesaksian kalian di tengah dunia kerja—di kantor, instansi, perusahaan, dan lingkungan tugas.
Ia menambahkan bahwa dunia kerja bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga ladang kesaksian iman. “Bekerja adalah bagian dari panggilan hidup. Dalam pekerjaan kita, di situlah kita dipanggil untuk bersaksi dan melayani,” ujarnya. Romo Suprapto mengajak seluruh peserta agar tetap menghadirkan kasih, kejujuran, dan pelayanan dalam setiap tindakan di lingkungan kerja masing-masing.
Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari panggilan hidup. Dengan demikian, setiap tindakan dalam dunia kerja harus mencerminkan integritas dan kasih. “Melayani tidak hanya dilakukan di Gereja, tetapi justru dimulai dari tempat kita bekerja. Di sanalah Injil hidup dan diwujudkan,” tambahnya.
Romo Suprapto berharap Sarasehan ini dapat membangun jembatan kolaborasi lintas profesi, sehingga umat dapat saling mendukung, berbagi pengalaman, serta merancang kegiatan positif bagi Gereja dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif umat dalam dunia kerja adalah bentuk kesaksian iman yang konkret, terutama di tengah tantangan moral dan etika yang semakin kompleks.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga berdialog mengenai pengalaman iman mereka sebagai pekerja Katolik. Suasana keakraban tampak dalam setiap sesi, mencerminkan tema besar Sarasehan: membangun persaudaraan sejati di tengah keberagaman profesi dan tanggung jawab.
Sarasehan ditutup dengan harapan agar pertemuan seperti ini dapat berlanjut secara berkala sebagai wadah perjumpaan, pembinaan, dan penyegaran iman umat Katolik yang berkarya di instansi TNI, Polri, PNS, BUMN, BUMD, maupun sektor swasta. Gereja St. Yosef Tanjung Enim menegaskan Visinya untuk terus mendampingi umat dalam perjalanannya sebagai pewarta kasih Tuhan di tempat kerja dan dalam kehidupan bermasyarakat














