Scroll untuk baca artikel
Example 325x300


Kayong Utara

Harga Gas Melambung tinggi Mencapai 47 Ribu Pertabunng, Warga Pangkalan Buton Keluhkan Kelangkaan dan Penjualan Eceran

53
×

Harga Gas Melambung tinggi Mencapai 47 Ribu Pertabunng, Warga Pangkalan Buton Keluhkan Kelangkaan dan Penjualan Eceran

Share this article


PosKalbar.com – Warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, mengeluhkan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram yang dijual secara eceran di warung-warung. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg di wilayah tersebut ditetapkan sebesar Rp19.500 per tabung.

 

Di lapangan, harga gas elpiji eceran justru melonjak hingga mencapai Rp47.000 per tabung. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, terutama warga dengan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Ironisnya, meskipun di Kecamatan Sukadana terdapat cukup banyak pangkalan gas elpiji, masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan gas sesuai jatah. Akibatnya, warga terpaksa membeli gas di warung dengan harga jauh di atas HET.

 

Menurut keluhan warga, gas elpiji dalam jumlah besar justru diambil oleh warung-warung dari pangkalan, sehingga jatah masyarakat tidak terpenuhi. Hal ini menyebabkan warga yang seharusnya berhak mendapatkan gas bersubsidi harus membeli secara eceran dengan harga tinggi.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan sistem pengambilan gas di pangkalan yang dinilai memberatkan. Pangkalan menetapkan hari tertentu untuk pengambilan gas, dan warga tidak diperbolehkan mengambil di luar jadwal tersebut.

 

“Misalnya jatah ambil gas hari Senin, tapi gas habis hari Selasa. Kami tidak bisa ambil lagi dan harus menunggu sampai Senin berikutnya, sementara kami hanya punya satu tabung gas,” keluh salah seorang warga.

 

Kondisi ini membuat masyarakat semakin terjepit, karena kebutuhan memasak bersifat harian dan tidak bisa ditunda. Warga berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel dan berpihak kepada masyarakat kecil.

 

Warga Desa Pangkalan Buton pun meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban terhadap pangkalan maupun warung yang menjual gas elpiji secara eceran di atas HET.

 

“Minta pemerintah daerah menertibkan pangkalan dan warung yang menjual gas eceran. Jangan sampai harga terlalu tinggi dan masyarakat terus dirugikan,” ujar warga. Senin sore (26 /01/2025).

 

Masyarakat berharap pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg dapat diperketat agar tepat sasaran, harga tetap stabil, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungan berlebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *