Tanjung Enim — Proses rekrutmen tenaga medis perawat di Rumah Sakit Bukit Asam Medikal (RSBAM) yang beralamat di Jalan Raya Bukit Asam No.118, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diduga menyisakan sejumlah kejanggalan. Hal ini mencuat pada Jumat (24/05/2026).
Kejanggalan tersebut bermula dari pengakuan salah seorang pelamar yang mengaku belum mengikuti tahapan tes dalam rekrutmen tahun 2026, namun telah menerima informasi bahwa dirinya tidak lolos seleksi.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pelamar. Pasalnya, proses rekrutmen tenaga kesehatan seharusnya dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan profesional, dimulai dari seleksi administrasi hingga tahapan uji kompetensi.
Dugaan adanya peserta yang “gugur sebelum tes” membuat pelamar mempertanyakan integritas sistem seleksi di RSBAM. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah pelamar mencapai sekitar 90 orang, sementara kebutuhan tenaga perawat hanya sebanyak 3 orang.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui WhatsApp, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa pelamar yang bersangkutan sebelumnya telah beberapa kali mengikuti tes praktik dan telah menerima pemberitahuan hasil seleksi.
“Pelamar sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti tes praktik. Terakhir sudah ada pemberitahuan. Mohon maaf, pelamar (red) belum lolos,” demikian keterangan pihak RSBAM.
Diketahui, pelamar tersebut pernah mengikuti proses rekrutmen pada tahun 2025 dan telah menjalani tes, namun hingga saat ini mengaku tidak menerima kejelasan mengenai hasil kelulusan. Pada Mei 2026, RSBAM kembali membuka rekrutmen tenaga medis perawat.
Pelamar tersebut kembali mengirimkan lamaran melalui email resmi. Namun, setelah menunggu beberapa hari, tidak ada kejelasan terkait status kelulusan, sementara pelamar lain diketahui telah mengikuti tes yang berlangsung pada 23–25 Mei 2026.
Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan, di antaranya:
1 Apakah pelamar yang telah mengikuti tes pada tahun 2025 tidak diperbolehkan untuk melamar kembali pada tahun 2026?
2. Jika rekrutmen tahun 2025 masih menjadi acuan, mengapa RSBAM kembali membuka rekrutmen baru melalui penyebaran pamflet (flyer) lowongan kerja?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak RSBAM terkait mekanisme seleksi dan kejelasan status para pelamar.













