Ketapang

Perkuat Sinergi Lintas Elemen, Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Bangun Ketapang sebagai Rumah Besar Bersama

×

Perkuat Sinergi Lintas Elemen, Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Bangun Ketapang sebagai Rumah Besar Bersama

Share this article

KETAPANG — Pendopo Bupati Ketapang menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat malam, 17 April 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai unsur hadir dalam momentum tersebut, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku dunia usaha, perbankan, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan berbagai paguyuban etnis dan budaya di Kabupaten Ketapang.

Acara dibuka dengan penyambutan bernuansa kearifan lokal melalui atraksi pencak silat dari IPSI Ketapang dan penampilan tari tradisional. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan diperkuat bersama.

Kehadiran para tamu undangan mencerminkan keberagaman dan persatuan masyarakat Kabupaten Ketapang. Turut hadir jajaran pimpinan daerah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perwakilan perusahaan, perbankan, serta sejumlah tokoh penting daerah.

Di antara tokoh yang hadir yakni Bupati Ketapang periode 2016–2025, Dermalo Martin Rantan, S.H., M.Sos., mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang H. Andi Jamiruddin dan H. Mansyur, tokoh masyarakat dan pengusaha H. Sulianto Harun dan H. Abdulbad, serta Ketua Tim Percepatan Pembangunan, Iin Solinar.

Hadir pula para pemuka agama, pimpinan organisasi keagamaan dan adat, antara lain Uskup, Ketua MUI, Ketua MABM, Ketua DAD, serta perwakilan paguyuban Jawa, Pasundan, Tionghoa, Bugis, Minang, Flobamora, Bali, dan berbagai unsur etnis budaya lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran seluruh elemen masyarakat. Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dermalo Martin Rantan yang berkenan hadir dan memberikan sambutan serta motivasi bagi semua pihak dalam membangun Kabupaten Ketapang ke depan.

Menurut Bupati Alexander Wilyo, kegiatan silaturahmi dan halal bihalal tersebut tidak hanya menjadi ruang saling memaafkan setelah Idulfitri, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan lintas elemen demi menjaga persatuan dan kebersamaan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan miniatur Indonesia. Di daerah ini, berbagai suku, agama, adat, budaya, dan latar belakang masyarakat hidup berdampingan dalam suasana damai. Keberagaman tersebut harus terus dirawat sebagai kekuatan besar dalam membangun daerah.

“Kehadiran para pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen dalam forum ini menegaskan bahwa Ketapang adalah miniatur Indonesia. Di sini, berbagai suku dan agama hidup berdampingan dalam kedamaian,” ujar Bupati Alexander Wilyo.

Ia menyebut, semangat gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa harus terus dijadikan fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan-pesan persatuan yang disampaikan para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut dinilai semakin memperkokoh arah pembangunan Kabupaten Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat. Karena itu, setiap warga memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kedamaian, membangun kehidupan, serta mempersiapkan masa depan generasi mendatang.

“Saya menginginkan acara ini menjadi ruang interaksi yang inklusif. Ketapang ini milik kita semua. Kita hidup di Tanah Kayong yang sama, menginjak tanah dan menghirup udara yang sama. Maka sudah sepatutnya kita bersama-sama membangun daerah ini. Ketapang adalah rumah besar bagi kita semua, tempat membangun kehidupan sekaligus mempersiapkan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Alexander Wilyo juga menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Ketapang tidak dapat dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Menurutnya, pembangunan membutuhkan semangat gotong royong, kolaborasi nyata, dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Ketapang merupakan daerah dengan wilayah geografis yang sangat luas, bahkan hampir setara dengan Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat tantangan pembangunan tidak ringan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini harus dihadapi pemerintah daerah.

Meski demikian, Bupati memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak akan menyerah menghadapi berbagai keterbatasan. Pemerintah daerah akan terus mencari solusi kreatif melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.

“Saya sudah mengeluarkan imbauan kepada perusahaan-perusahaan di Ketapang agar turut berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Saya minta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jika masyarakat kita belum siap, maka harus dibina dan dilatih hingga siap bekerja,” ungkapnya.

Menurut Bupati Alexander Wilyo, keberadaan perusahaan di Kabupaten Ketapang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Dunia usaha diharapkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga turut mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, dan penguatan ekonomi daerah.

Selain membahas sinergi pembangunan, Bupati juga menyinggung langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan melalui perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru atau DOB. Ia menyampaikan bahwa usulan DOB telah memperoleh persetujuan dari DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan Gubernur Kalimantan Barat, serta telah diajukan ke pemerintah pusat.

Bupati Alexander Wilyo menyatakan optimisme bahwa perjuangan pembentukan DOB akan terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menegaskan bahwa ikhtiar tersebut merupakan bagian dari upaya memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan, mempercepat pembangunan, dan mewujudkan pemerataan bagi masyarakat di wilayah yang luas.

“Kita optimistis, walaupun ini berat, perjuangan tidak boleh berhenti. Kita yakin ke depan akan ada progres dan respons positif dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Menutup kegiatan silaturahmi tersebut, Bupati Alexander Wilyo kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni, persatuan, dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa pintu pemerintah daerah selalu terbuka untuk menerima saran, dukungan, dan masukan dari berbagai pihak.

Bupati menyadari bahwa membangun Kabupaten Ketapang membutuhkan keterlibatan semua elemen. Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, organisasi masyarakat, paguyuban, pemuda, dan seluruh masyarakat harus bergerak bersama demi kemajuan daerah.

“Saya mohon saran dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Karena sekali lagi, membangun Ketapang bukan saya sendiri, tetapi kita bangun bersama agar daerah kita semakin maju dan mandiri,” tutupnya.

Melalui kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas elemen dalam membangun daerah. Ketapang sebagai rumah besar bersama diharapkan terus menjadi ruang kehidupan yang harmonis, inklusif, damai, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *