Kayong UtaraKetapang

Bupati Ketapang Hadiri Penutupan MTQ Bersama Wakil Bupati dan Sekda

×

Bupati Ketapang Hadiri Penutupan MTQ Bersama Wakil Bupati dan Sekda

Share this article

KAYONG UTARA – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., didampingi Wakil Bupati Jamhuri Amir, Sekda Repalianto, dan Ketua DPRD H. Achmad Sholeh, menghadiri penutupan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026).

Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bersama istri dan Sekda beserta istri menyempatkan diri mengunjungi stand pameran Kabupaten Ketapang. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus LPTQ dan masyarakat, serta melayani warga yang ingin bersalaman dan berfoto.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan Tari Makan Sirih sebagai simbol penghormatan, kemudian secara resmi ditutup oleh Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang SDM, Sefpre Kurniadi, S.STP.

Dalam sambutannya, Sefpre menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara dan menilai MTQ tahun ini sebagai salah satu yang paling meriah serta tertata dalam beberapa tahun terakhir.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota agar pembinaan qari-qariah dan hafiz-hafizah tidak berhenti pasca-MTQ, melainkan dilakukan secara terprogram dan berjenjang dari desa hingga kabupaten/kota. Ia berpesan agar generasi muda menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai sahabat, penuntun, dan sumber kebahagiaan.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kalbar, Brigjen Pol (Purn.) Andi Musa, meminta para juara pertama untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ ke-32 tingkat nasional di Jakarta tahun 2027. Bagi yang belum berhasil, ia mengimbau agar terus berlatih.

Pada ajang MTQ XXXIV tersebut, Kabupaten Ketapang berhasil menempati peringkat keenam dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar, berkat perjuangan seluruh tim kafilah, pelatih, dan pendamping.

Di rangkaian pendukung, Ketapang juga meraih prestasi tambahan, yakni Juara I untuk mobil hias pada Pawai Ta’aruf dan Juara Harapan I untuk stand pameran, melengkapi capaian kafilahnya.

Pelaksanaan MTQ turut berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, menggerakkan UMKM, kuliner, transportasi, hingga jasa penginapan. Dengan berakhirnya MTQ, semangat pembinaan Al-Qur’an diharapkan terus berlanjut untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak kuat.