JAKARTA — Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri kegiatan halalbihalal di kediaman tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang atau OSO. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi yang hangat dan penuh makna, tidak hanya bagi para tokoh nasional, tetapi juga bagi para pemimpin daerah dari Kalimantan Barat.
Bupati Alexander Wilyo menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Menurutnya, halalbihalal tersebut bukan sekadar forum pertemuan antartokoh, melainkan ruang kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya persaudaraan di tengah keberagaman peran dan latar belakang.
Ia menilai, Oesman Sapta Odang memiliki peran besar dalam merajut kembali semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan persaudaraan di antara para tokoh bangsa, tokoh daerah, serta masyarakat Kalimantan Barat.
“Menghadiri halalbihalal di kediaman Bapak Oesman Sapta Odang menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya. Bukan hanya sekadar bertemu tokoh nasional dan pemimpin daerah dari Kalimantan Barat, tetapi juga melihat langsung bagaimana Bapak OSO mampu merajut kembali rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar Bupati Alexander Wilyo.
Suasana guyub dan rukun yang tercipta dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat penting bahwa setiap elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan dan memajukan daerah.
Menurut Bupati Alexander Wilyo, meskipun setiap tokoh memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, semangat utama yang harus dijaga tetap sama, yakni bekerja untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah.
“Suasana guyub rukun yang tercipta di sana adalah pengingat penting bagi kita semua. Bahwa di balik perbedaan peran, kita memiliki semangat yang sama untuk memajukan daerah,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Ustadz Das’ad Latif, Prof. Mahfud MD, Gubernur Kalimantan Barat, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, serta Wakil Bupati Ketapang. Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat suasana silaturahmi, kebersamaan, dan persaudaraan.
Bupati Alexander Wilyo menyampaikan bahwa energi positif dari pertemuan tersebut akan dibawa kembali ke Kabupaten Ketapang sebagai penyemangat dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, kolaborasi dan sinergi merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih merata, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, pembangunan Ketapang tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen.
“Energi positif dari pertemuan ini saya bawa kembali ke Ketapang. Saya semakin yakin bahwa kolaborasi dan sinergi adalah kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Bupati Alexander Wilyo juga menekankan bahwa semangat persaudaraan harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian. Setiap kebijakan pemerintah daerah, menurutnya, harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Semangat persaudaraan ini akan terus saya jadikan landasan dalam bekerja, agar setiap kebijakan yang kita ambil benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat luas. Terima kasih Bapak OSO atas teladan silaturahmi yang hangat ini,” ujarnya.
Kegiatan halalbihalal tersebut menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antartokoh dan memperkuat komunikasi lintas daerah. Bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang, semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum tersebut menjadi modal sosial dalam memperkuat arah pembangunan daerah.
Bupati Alexander Wilyo berharap nilai-nilai silaturahmi, persaudaraan, dan kolaborasi yang diteladankan dalam kegiatan tersebut dapat terus dijaga. Dengan kebersamaan seluruh pihak, Kabupaten Ketapang diharapkan semakin maju, mandiri, harmonis, dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.













