Poskalbar.com – KETAPANG – Pemerintah Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Kabupaten Ketapang, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah kecamatan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Camat Matan Hilir Utara, Tengku Nurmarudi, menyatakan keprihatinannya atas musibah karhutla dan menegaskan bahwa penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, hingga masyarakat.
“Sehubungan dengan terjadinya musibah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan MHU, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Tengku Nurmarudi.
Ia menyebutkan, pemerintah kecamatan bersama sejumlah unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan. Unsur-unsur yang terlibat antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa, Manggala Agni, pihak perusahaan, kelompok masyarakat peduli kebakaran, serta para relawan. Koordinasi tersebut bertujuan mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
Dalam kondisi karhutla saat ini, Camat MHU menyampaikan empat imbauan utama kepada masyarakat.
Pertama, warga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk membakar sampah di pekarangan rumah. Kedua, masyarakat diharapkan segera melapor kepada petugas atau pihak berwenang jika menemukan titik api maupun mengetahui dugaan pelaku pembakaran.
Ketiga, warga diminta membantu kelancaran proses pemadaman di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Keempat, masyarakat diimbau menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker, terutama saat kualitas udara terdampak asap karhutla.
Menurut Tengku Nurmarudi, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga berdampak pada sektor kesehatan, pendidikan, perekonomian, hingga keselamatan warga. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran, tetapi memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat, baik dalam pencegahan maupun penanganan saat kebakaran terjadi.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan situasi ini sebagai momentum memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan, seraya menekankan bahwa mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada memadamkannya.
Di akhir keterangannya, Camat MHU menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja dalam penanggulangan karhutla, sekaligus berharap hujan segera turun agar situasi dapat terkendali dan aktivitas warga kembali normal. Dik













