Uncategorized

Penanganan Kasus Teror di Air Upas, Pemkab Ketapang dan Polres Perkuat Sinergi Pulihkan Rasa Aman Warga

×

Penanganan Kasus Teror di Air Upas, Pemkab Ketapang dan Polres Perkuat Sinergi Pulihkan Rasa Aman Warga

Share this article

KETAPANG — Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Polres Ketapang menggelar rapat koordinasi terkait penanganan kasus teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Selasa, 7 April 2026.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah serius pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dalam merespons rangkaian peristiwa yang meresahkan masyarakat sejak Februari 2025 hingga April 2026.

Sejumlah kejadian tercatat terjadi di wilayah Kecamatan Air Upas, mulai dari pembakaran pondok, penembakan menggunakan senjata angin, pembakaran alat berat, hingga pencurian. Rentetan peristiwa tersebut menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Polres Ketapang guna memastikan situasi keamanan masyarakat dapat segera pulih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang akan mengambil langkah aktif, terukur, dan terkoordinasi dalam mendukung percepatan penanganan kasus tersebut.

“Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polres Ketapang,” ujar Bupati Alexander Wilyo.

Bupati Alexander Wilyo menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut menjaga kondusivitas wilayah, terutama di Kecamatan Air Upas yang menjadi lokasi terjadinya sejumlah peristiwa.

“Saya dan jajaran pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada Kecamatan Air Upas. Kita jaga Ketapang ini bersama-sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak. Langkah ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah warga, khususnya dalam situasi yang membutuhkan respons cepat, empati, dan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Sinergi seluruh pihak dinilai penting agar penanganan kasus dapat berjalan efektif serta rasa aman masyarakat dapat kembali terbangun.

“Untuk menghadapi kasus ini, kita perlu kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat,” kata Bupati Alexander Wilyo.

Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendukung penanganan kasus di Air Upas sejalan dengan visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”, khususnya dalam menghadirkan rasa aman, perlindungan masyarakat, dan pelayanan publik yang responsif.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, menjelaskan bahwa Polres Ketapang telah melakukan berbagai langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi penyelidikan intensif, olah tempat kejadian perkara atau TKP, serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Selain itu, Polres Ketapang juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Kepolisian turut membentuk tim khusus untuk melakukan penjagaan, pengintaian, penyisiran wilayah, serta menurunkan anjing pelacak guna membantu proses pencarian terduga pelaku.

“Upaya lainnya juga kami lakukan seperti penyisiran dan pencarian terhadap terduga pelaku, menerbitkan daftar pencarian orang atau DPO, serta melaksanakan patroli rutin dan dialogis di wilayah terdampak,” ujar Kapolres Ketapang.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 37 kejadian di Desa Petuakan dan Desa Gahang, Kecamatan Air Upas. Rinciannya meliputi 30 kasus pembakaran pondok, 4 kasus penembakan, 2 kasus pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian.

Sebagian besar insiden tersebut terjadi pada malam hari, yakni antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB. Kondisi ini membuat aparat kepolisian terus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah terdampak.

Dalam proses penanganan perkara, Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang juga telah mengamankan dua orang pelaku. Keduanya telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Meski demikian, kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.

Kapolres Ketapang menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga dari tingkat desa.

“Menjaga keamanan dan ketertiban itu dimulai dari desa. Kita semua harus saling memiliki peran dan mengoptimalkan peran masing-masing,” tegas AKBP Muhammad Harris.

Polres Ketapang memastikan akan terus berkomitmen menuntaskan kasus yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Upaya penegakan hukum, patroli, penyisiran, serta pendekatan dialogis dengan masyarakat akan terus dilakukan demi memulihkan rasa aman dan menjaga kondusivitas wilayah.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Polres Ketapang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan keamanan. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berkomitmen untuk hadir, bergerak bersama, dan memastikan masyarakat Air Upas mendapatkan perlindungan serta rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *