KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina di Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Selasa, 28 April 2026. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat.
Bagi Bupati Alexander Wilyo, kehadiran di Tembelina bukan sekadar menghadiri sebuah perayaan keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta memastikan pelayanan publik hadir hingga ke wilayah kecamatan.
Kehadiran Bupati Alexander Wilyo dalam kegiatan tersebut turut didampingi para pemuka agama, di antaranya Uskup dan para pastor. Setibanya di lokasi, Bupati bersama rombongan disambut dengan prosesi adat yang sarat makna.
Penyambutan tersebut turut dihadiri tokoh adat dan budaya dari berbagai etnis, antara lain Dayak, Jawa, dan Flobamora. Suasana itu mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Kecamatan Sungai Melayu Rayak, sekaligus menunjukkan kuatnya nilai toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah keberagaman.
Menurut Bupati Alexander Wilyo, perjalanan 25 tahun Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina tidak hanya menjadi catatan penting bagi umat Katolik setempat, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang turut memperkuat harmoni di Kabupaten Ketapang.
Ia menilai, kegiatan keagamaan seperti perayaan syukur perak memiliki nilai strategis dalam membangun kehidupan sosial yang rukun, memperkuat toleransi, serta menjaga kebersamaan antarmasyarakat. Karena itu, kehadiran pemerintah harus mampu memberikan nilai tambah, bukan hanya secara simbolis, tetapi juga melalui pelayanan nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Bupati Alexander Wilyo bersama jajaran perangkat daerah melaksanakan sejumlah agenda yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik dan membuka ruang dialog dengan warga.
Salah satu agenda yang dilakukan adalah ramah tamah bersama masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga, sehingga aspirasi serta kebutuhan masyarakat dapat didengar secara langsung.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menghadirkan layanan publik langsung di lokasi kegiatan. Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuka layanan administrasi kependudukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan jemput bola, khususnya bagi masyarakat di wilayah kecamatan yang membutuhkan akses pelayanan lebih dekat, cepat, dan mudah. Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pelayanan pemerintah tidak boleh hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi harus menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah kecamatan dan desa.
Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan dan administrasi kependudukan dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk nyata pemerintah hadir secara utuh. Pemerintah tidak hanya datang sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini harus terus kita dorong, karena mampu menghadirkan kebersamaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Alexander Wilyo.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pendekatan pembangunan di Kabupaten Ketapang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Pembangunan juga harus menyentuh aspek sosial, kualitas pelayanan publik, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.” Visi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan akses layanan, penguatan kehidupan sosial, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bupati berharap, melalui sinergi lintas perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah hadir secara langsung di tengah warga. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang harmonis dan berkeadilan.
Di akhir rangkaian kegiatan, Bupati Alexander Wilyo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, harmoni sosial dan kepedulian bersama menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju, mandiri, damai, dan sejahtera.
Perayaan Syukur 25 Tahun Paroki St. Carolus Borromeus Tembelina tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pelayanan nyata dan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.













