Kayong UtaraUncategorized

Diduga Tak Diprioritaskan Pasien Lansia Terbaring Lemah Di Kursi Tunggu, Kepala Puskesmas Sukadana berikan Klarifikasi

×

Diduga Tak Diprioritaskan Pasien Lansia Terbaring Lemah Di Kursi Tunggu, Kepala Puskesmas Sukadana berikan Klarifikasi

Share this article

PosKalbar.com – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, menjadi sorotan masyarakat setelah muncul keluhan terkait lamanya waktu tunggu pasien, terutama bagi pasien lanjut usia (lansia).

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Sukadana, Dr. Agung Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal terhadap pelayanan yang diberikan pada hari kejadian tersebut.

 

Menurutnya, pada hari Sabtu saat peristiwa itu terjadi, petugas kesehatan sebenarnya telah memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk pasien lansia yang terlihat terbaring di kursi tunggu.

 

“Sekadar informasi, pada hari Sabtu tersebut para petugas sudah melakukan pelayanan terhadap para pasien, terutama pada pasien yang sedang terbaring tersebut. Pasien mengalami keluhan nyeri perut sehingga lebih nyaman dalam posisi berbaring untuk mengurangi keluhannya, dan kami memprioritaskan pasien tersebut,” ujar Dr. Agung Gunawan, Minggu (8/03/2026).

 

Ia menegaskan bahwa pihak puskesmas menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Namun apa pun itu, ini menjadi evaluasi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke depannya. Pasien lansia dan pasien emergency akan menjadi prioritas pelayanan,” jelasnya.

 

Dr. Agung juga menerangkan bahwa dalam penanganan pasien dengan kondisi darurat, tenaga medis menggunakan prosedur triase untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan pasien.

 

“Untuk pasien emergency sendiri ada prosedur triase untuk menentukan derajat kegawatdaruratannya. Sementara pasien lansia akan diprioritaskan untuk didahulukan dalam pelayanan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, pihak Puskesmas Sukadana telah melakukan rapat evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki sistem pelayanan yang ada.

 

“Kami sudah melakukan evaluasi ketat terhadap peristiwa yang terjadi. Dalam rapat tersebut, pertama kami melakukan penggalangan komitmen terhadap mutu layanan, kedua peningkatan standar pelayanan dan SOP pelayanan, serta etika pelayanan. Terakhir adalah komitmen penerapan reward dan punishment,” ungkapnya.

 

Sementara itu, pihak keluarga pasien memiliki pandangan berbeda terkait pelayanan yang diterima. Menurut keluarga pasien, di lapangan pasien lansia tetap harus mengikuti antrean seperti pasien lainnya.

 

“Fakta di lapangan pasien lansia tetap mengantre sesuai antrean, tidak ada prioritas bagi pasien lansia, hingga akhirnya pasien terbaring lemah di kursi tunggu,” ujar salah satu keluarga pasien.

 

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi pihak Puskesmas Sukadana untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien lansia dan pasien dengan kondisi darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *