Ketapang – Sebanyak 89 orang resmi diberangkatkan ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan. Acara pelepasan peserta Operations Development Program (ODP) inisiasi PT Dharma Inti Bersama (DIB) ini berlangsung di Bandara Supadio, Pontianak, Kamis (14/6/2026).

Para peserta merupakan bagian dari 140 orang yang lolos seleksi ketat dan telah menyelesaikan pembekalan Bahasa Mandarin selama tiga bulan melalui kolaborasi Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama. Dari total peserta yang berangkat, 14 orang di antaranya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara. Sekembalinya dari Cina, mereka diproyeksikan langsung bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) Kayong Utara.
Perwakilan manajemen PT DIB, Rasnius Pasaribu, menjelaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM lokal yang kompeten. “Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” ujarnya.

Apresiasi besar datang dari Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, berharap para peserta dapat menyerap ilmu serta budaya kerja positif di sana. “Cina itu etos kerjanya tinggi, disiplinnya luar biasa, dan mereka tetap mengedepankan adab serta sopan santun. Hal-hal positif itulah yang harus anak-anak kita serap di sana,” kata Azahari. la juga mengingatkan peserta untuk tetap menjaga komunikasi dengan orang tua di tanah air.
Dukungan senada disampaikan oleh Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan. la menekankan bahwa kepastian kerja yang didapat peserta merupakan peluang emas di tengah sulitnya mencari lapangan kerja saat ini. “Menuntut ilmu boleh setinggi-tingginya, ambil ilmunya sebanyak-banyaknya. Tugas kalian adalah kembali dan membangun daerah kita, Kalimantan Barat,” tegas Daud.
Motivasi tinggi juga diungkapkan oleh para peserta. Yusril Damara, alumnus Politeknik Negeri Pontianak, menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan. “Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini,” ungkapnya.
Peserta ODP lainnya, Zainir Oktaviani, sarjana Fisika Murni FMIPA, berharap langkahnya dapat menjadi pelopor bagi generasi muda daerah. “Saya ingin menjadikan Kayong Utara lebih maju, berkembang pesat, hingga suatu saat nanti bisa menjadi kota yang maju seperti Pontianak ini,” pungkas Zainir. (*)













