Tanjung Enim — PLN Nusantara Power UP Bukit Asam terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan vokasi. Hal itu ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan SMK Negeri 1 Merapi Timur, Kabupaten Lahat, yang menjajaki kerja sama pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) untuk pengembangan produk batako dan conblock.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia industri dan pendidikan dalam menciptakan inovasi yang memiliki nilai guna sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada para siswa.
Dalam pertemuan tersebut, PLN Nusantara Power UP Bukit Asam bersama SMKN 1 Merapi Timur membahas rencana pengembangan pemanfaatan FABA, termasuk formulasi campuran, spesifikasi produk, hingga tata kelola pemanfaatannya untuk mendukung unit produksi sekolah.
Manager PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Fachmi Wibowo, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis untuk mendorong inovasi sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda.
“PLN Nusantara Power UP Bukit Asam sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan dunia pendidikan. Kami berharap pemanfaatan FABA dapat terus dikembangkan melalui kajian dan pengelolaan yang tepat, sehingga memberikan nilai tambah sekaligus mendukung peningkatan kompetensi peserta didik,” ujar Fachmi.
Ia menambahkan, pihaknya berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang konkret dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami ingin kolaborasi ini tidak hanya sebatas koordinasi, tetapi dapat menghasilkan sesuatu yang konkret, baik untuk pengembangan pembelajaran vokasi maupun pemanfaatan FABA secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Merapi Timur, Kamsul Hidayat, S.Pd., M.M., mengapresiasi keterbukaan PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dalam mendukung rencana kerja sama tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Nusantara Power UP Bukit Asam atas kesempatan untuk berkoordinasi. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung unit produksi sekolah dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengembangkan produk berbasis FABA,” ungkap Kamsul.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan vokasi agar siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teori, tetapi juga pengalaman yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Sinergi PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dan SMKN 1 Merapi Timur diharapkan dapat membuka ruang pengembangan inovasi berbasis FABA sekaligus menjadi contoh kolaborasi positif antara industri dan lembaga pendidikan.
Melalui kerja sama tersebut, FABA diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus mendukung pembelajaran vokasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.













