BANJARNEGARA, JAWA TENGAH – Dalam upaya memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam gerakan penghijauan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Banjarnegara menyerahkan sebanyak 1.000 bibit pohon kopi kepada komunitas Bunda Milenial Banjarnegara, Jumat (12/6/2026).
Penyerahan bibit dilakukan oleh perwakilan DPKPLH Banjarnegara dan diterima langsung oleh Ketua Bunda Milenial Banjarnegara, Dewi Ratih. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program konservasi lingkungan yang bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, menjaga ketersediaan sumber daya air, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui budidaya tanaman kopi.
Program penghijauan berbasis tanaman produktif ini juga sejalan dengan berbagai upaya konservasi yang terus dikembangkan di Kabupaten Banjarnegara dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua Bunda Milenial Banjarnegara, Dewi Ratih, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan DPKPLH Banjarnegara. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kegiatan menanam pohon merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus investasi bagi generasi mendatang.
“Ini merupakan Gerakan Perempuan Menanam Pohon yang kedua yang dilakukan oleh Bunda Milenial Banjarnegara. Gerakan ini bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPKPLH Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, menegaskan bahwa tanaman kopi memiliki nilai strategis karena selain berfungsi sebagai tanaman konservasi yang mampu menjaga lahan dan mengurangi risiko erosi, juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui penyaluran 1.000 bibit pohon kopi ini, kami berharap semakin banyak perempuan yang terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan.
Dengan demikian, akan tercipta gerakan kolektif yang mampu menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Banjarnegara,” jelasnya.
Menurut Herrina, kolaborasi antara pemerintah, komunitas perempuan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan lestari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi berbagai pihak dapat memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman produktif.













