Bupati Ketapang, Alexander Wilyo diminta melihat dan mendapatkan informasi rekam jejak perbuatan para pejabat. Khususnya calon yang akan mengisi jabatan Eselon II di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang yang nama-namanya sudah diumumkan panitia seleksi belum lama ini.
“Selain secara administrasi, kita minta Bupati juga melihat rekam jejak kalakuan calon pejabat tersebut baik di lingkungan tempat kerja, keluarga maupun di lingkungan masyarakatnya,” harap Suryadi Ketua Koalisi Masyarakat Peduli Pembagunan Ketapang (KMP2K) di Ketapang, Jumat (17/4/2026).
Ia mencontohkan, misalnya di lingkungan kerja apa pernah tersandung kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan atau lain sebagainya. Kemudian terhadap keluarganya apa terjadi broken home sehingga anak istri terlantar.
“Tak kalah penting, di lingkungan masyarakat apa yang bersangkutan pernah melakukan perbuatan tak patut jadi contoh. Misalnya suka minum minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, suka main perempuan atau lainnya,” ungkap Suryadi.
“Sebab kabar yang saya dengar ada di antara calon pejabat itu pernah kedapatan bersama perempuan bukan istrinya di salah satu hotel di Ketapang. Tentu saja pejabat seperti itu tidak layak dijadikan pimpinan pada jajaran Pemkab Ketapang,” lanjutnya.
Suryadi menegaskan kejadian pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Ketapang yang memalukan citra nama baik Pemkab Ketapang itu pernah terjadi. “Kejadian memalukan itu pernah terjadi di Satpol PP Ketapang, jadi kejadian serupa jangan pernah terjadi lagi,” harapnya.
Sementara itu, berdasarkan pengumuman melalui laman medsos BKPSDM Ketapang mengunggah surat hasil seleksi tentang penetapan nilai hasil akhir peserta seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Ketapang. Panitia Seleksi sudah mengumpulkan nama-nama untuk mengisi 13 posisi yakni dua staf ahli dan sebelas OPD.
Berdasarkan pengumuman itu, daftar nama calon pejabat Eselon II yang akan mengisi jabatan Eselon II Pemkab tahun 2026 tersebut sebagai berikut.
Posisi Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yakni Nikodemus Erpan, Christine Sintari Ellen, Mintaria, Ahmad, Rahmad Rohendi. Posisi Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM yakni Remanus Romawi, Rudy, Mintaria, Markus, DR Khairul Bahri Tambunan, M Junaidi Wiranta, Pipensius, Lindrawati Kusuma Widhiastuti, Rapinus Rais, Muhktar Effendi, Tengku Nurmarudi, Yuvensius Seliman, Rahmad Rohendi.
Selanjutnya posisi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu yakni Rio Marisa, Endo, Muhktar Effendi, Dwi Ariwibowo. Posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yakni David, Rudy, Christine Sintari Ellen, Mintaria, Sidik Budiyono, Pipensius, Rapinus Rais, Rahmad Rohendi.
Calon Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yakni David, Eko Harfiyanto, Christine Sintari Ellen, Rudy, Sidik Budiyono, Pipensius. Calon Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman yakni Yudhi Agus Kurniawan, Tarsius, Muhammad Ikbal, Lalu Heru Prihatiandi. Calon Kepala Dinas Lingkungan Hidup yakni Eko Harfiyanto, Rahmat Priharto, DR Khairul Bahri Tambunan, Pitriyadi, Yuvensius Seliman.
Kemudian posisi Kepala Dinas Perdagangan yakni Tarsius, Endo, Pitriyadi, M Junaidi Wiranta, Ahmad, MF Juliansyah, Rahadi Usman, Yuvensius Seliman, Dwi Ariwibowo. Posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yakni Nikodemus Erpan, Remanus Romawi, Sidik Budiyono, Lindrawati Kusuma Widhiastuti, Rahadi Usman, Tengku Nurmarudi.
Selanjutnya calon Kepala Badan Pendapatan Daerah Keuangan Aset Daerah yakni Tarsius, Wahyudin, Anthonius Robby, Ahmad, ACE AK. Calon Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yakni Rio Marisa, Pitriyadi, Uti Royten, Endo, Markus, MF Juliansyah.
Kemudian calon Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yakni Wahyudin, Uti Royten, Lindrawati Kusuma Widhiastuti, Rapinus Rais, Tengku Nurmarudi, Dwi Ariwibowo. Calon Kepala Dinas Perhubungan yakni Yudhi Agus Kurniawan, Uti Royten, Muhammad Ikbal, MF Juliansyah, Anthonius Robby, Rahadi Usman.













