KETAPANG — Pelantikan dan pengukuhan Ketua TP PKK, TP Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ayah dan Bunda GenRe Kecamatan, serta Pengurus Dekranasda Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat di Pendopo Bupati Ketapang, Rabu, 8 April 2026.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ketapang, Ibu Lusia Dewi Alexander Wilyo. Pelantikan tersebut menyasar para Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran kelembagaan pendamping di masing-masing wilayah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kemasyarakatan tingkat kecamatan. Peran kelembagaan tersebut dinilai strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan keluarga, penguatan layanan posyandu, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, penguatan budaya literasi, pembinaan generasi muda, hingga pengembangan ekonomi kreatif melalui Dekranasda.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kesiapan para pengurus yang baru saja dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah yang diterima bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang hari ini menerima amanah. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat. Saya minta segera lakukan konsolidasi, petakan persoalan di wilayah masing-masing, dan pastikan kehadiran lembaga ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bupati Alexander Wilyo.
Bupati Alexander Wilyo menekankan pentingnya konsolidasi internal setelah pelantikan. Menurutnya, setiap pengurus harus mampu memahami kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing agar program yang dijalankan tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan TP PKK, TP Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ayah dan Bunda GenRe, serta Dekranasda tidak boleh hanya berhenti pada struktur kelembagaan. Seluruh organisasi tersebut harus bergerak aktif, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian program pembangunan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo juga menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat. Karena itu, lembaga dan organisasi yang baru dikukuhkan diharapkan mampu menjadi perekat sosial yang ramah bagi semua kalangan, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten Ketapang harus dirawat sebagai kekuatan bersama. Lembaga kemasyarakatan di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam menjaga suasana yang harmonis, memperkuat persaudaraan, serta memastikan seluruh warga merasa nyaman, terayomi, dan dilibatkan dalam pembangunan.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Jadikan lembaga ini sebagai wadah yang mampu merangkul, menyatukan, dan menjadi perekat bagi seluruh suku dan agama di Kabupaten Ketapang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Alexander Wilyo juga menyinggung tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak memadamkan semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, para pengurus harus tetap fokus pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa agenda penting yang harus terus diperkuat antara lain penurunan stunting, peningkatan layanan posyandu, penguatan ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, penguatan literasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati Alexander Wilyo menilai bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh semangat kerja, kepedulian, kreativitas, dan kemampuan membangun kolaborasi di tingkat kecamatan, desa, hingga keluarga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang, Ibu Lusia Dewi Alexander Wilyo, dalam arahannya menekankan pentingnya peran strategis kelembagaan tingkat kecamatan. Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, memperkuat koordinasi, dan menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing.
Menurut Ibu Lusia Dewi Alexander Wilyo, TP PKK dan lembaga pendamping lainnya memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, para pengurus harus mampu menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil warga di lapangan.
Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan anak-anak berbakat serta tarian berbusana multi-etnis yang menggambarkan kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat Kabupaten Ketapang.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, TP Posyandu, Bunda PAUD, Bunda Literasi, Ayah dan Bunda GenRe, serta Dekranasda diharapkan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat Ketapang yang sehat, cerdas, berdaya, harmonis, dan sejahtera.
Penguatan kelembagaan tingkat kecamatan tersebut juga sejalan dengan visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.” Dengan semangat kebersamaan, seluruh lembaga diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan menjadi perekat bagi seluruh suku, agama, serta lapisan masyarakat di Kabupaten Ketapang.













