PONTIANAK — Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia atau Pengprov IPSI Kalimantan Barat, Alexander Wilyo, melantik jajaran Pengurus Kota IPSI Kota Pontianak dan Pengurus Cabang IPSI Kabupaten Kubu Raya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi pencak silat di Kalimantan Barat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, sejumlah tokoh olahraga, para pendekar pencak silat, pengurus IPSI, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya cabang olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur, adab, karakter, persaudaraan, dan kehormatan.
Menurutnya, pencak silat harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda. IPSI sebagai organisasi pembinaan pencak silat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup sekaligus mampu melahirkan atlet berprestasi.
Alexander Wilyo berharap kepengurusan Pengkot IPSI Kota Pontianak dan Pengcab IPSI Kabupaten Kubu Raya yang baru dilantik dapat membawa semangat baru dalam pembinaan atlet, penguatan organisasi, serta pengembangan pencak silat di daerah masing-masing.
Ia menekankan bahwa kepengurusan IPSI harus bekerja aktif, solid, dan terarah. Pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang kejuaraan, tetapi harus dibangun secara berkelanjutan melalui program yang terencana, disiplin, dan berbasis prestasi.
“IPSI harus menjadi rumah besar bagi pembinaan karakter, persatuan, dan prestasi. Kita ingin pencak silat Kalimantan Barat semakin maju dan mampu bersaing di berbagai kejuaraan,” ujar Alexander Wilyo.
Sebagai Ketua Umum Pengprov IPSI Kalimantan Barat, Alexander Wilyo juga mendorong seluruh pengurus di tingkat kabupaten dan kota untuk memperkuat sinergi. Menurutnya, kemajuan pencak silat Kalbar hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur IPSI bergerak dalam satu komando, satu semangat, dan satu tujuan.
Momentum pelantikan ini juga menjadi simbol penguatan organisasi IPSI di Kalimantan Barat. Dengan struktur kepengurusan yang semakin solid, pembinaan atlet di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya diharapkan semakin optimal serta mampu melahirkan pesilat-pesilat terbaik.
Alexander Wilyo menegaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam dunia pencak silat. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik melalui pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penguatan perguruan, serta penyelenggaraan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan amanah organisasi sebagai ladang pengabdian. Menurutnya, menjadi pengurus IPSI bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menjaga martabat pencak silat sebagai identitas budaya bangsa.
Dengan dilantiknya Pengkot IPSI Kota Pontianak dan Pengcab IPSI Kabupaten Kubu Raya, Pengprov IPSI Kalimantan Barat berharap pengembangan organisasi semakin kuat hingga ke tingkat akar rumput.
Ke depan, IPSI Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan, memperluas ruang prestasi, serta menjaga pencak silat sebagai kebanggaan budaya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.













