Ketapang

Syair Gulung Ketapang Pecahkan Rekor MURI, Budaya Daerah Tembus Panggung Nasional

×

Syair Gulung Ketapang Pecahkan Rekor MURI, Budaya Daerah Tembus Panggung Nasional

Share this article

KETAPANG — Kabupaten Ketapang kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelestarian budaya. Tradisi sastra khas Melayu Tanah Kayong, Syair Gulung, berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI untuk kategori Syair Gulung Terpanjang.

Prestasi tersebut diraih dalam rangkaian Festival Syair Gulung Tanah Kayong yang mengusung semangat “Mencintai Negeri Melalui Syair.” Capaian ini menjadi bukti bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, masyarakat Ketapang tetap teguh menjaga akar budaya, warisan leluhur, dan jati diri daerah.

Perolehan Rekor MURI tersebut menjadi puncak kemeriahan Festival Syair Gulung Tanah Kayong yang resmi ditutup oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo. Festival ini tidak hanya menjadi acara seremonial atau perlombaan budaya, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara masyarakat, seniman, budayawan, generasi muda, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal luas.

Bupati Alexander Wilyo menyampaikan bahwa Syair Gulung merupakan salah satu warisan budaya penting masyarakat Melayu Tanah Kayong. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menyimpan keindahan bahasa, tetapi juga mengandung nilai moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta pesan persatuan.

“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” ujar Bupati Alexander Wilyo.

Bupati Alexander Wilyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih Rekor MURI bukan hanya kebanggaan panitia pelaksana, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, budayawan, para seniman, generasi muda, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga dan menghidupkan budaya Melayu Tanah Kayong. Prestasi ini bukan hanya milik panitia, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Ketapang,” ungkapnya.

Panitia pelaksana dari Perkumpulan Lawang Kekayun NMTK turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ketapang atas dukungan dan perhatian terhadap Festival Syair Gulung Tanah Kayong hingga berhasil meraih Rekor MURI. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya lokal.

Ke depan, sinergi antara Perkumpulan Lawang Kekayun NMTK, para budayawan, seniman, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang diharapkan terus terjalin. Kolaborasi tersebut penting agar Syair Gulung tidak hanya dipertahankan sebagai tradisi, tetapi juga dikembangkan sebagai identitas budaya yang mampu dikenal lebih luas.

Pelaksanaan festival ini juga mendapat dukungan dari Program Indonesiana, program pendanaan kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan. Selain itu, kegiatan turut didukung oleh sahabat budaya, anggota PLK NMTK, serta para sponsor yang ikut berperan dalam menyukseskan festival.

Keberhasilan Festival Syair Gulung Tanah Kayong ditopang oleh empat kekuatan utama. Pertama, pengakuan tingkat nasional melalui Rekor MURI. Keberhasilan menciptakan Syair Gulung terpanjang menjadi kebanggaan tersendiri karena tradisi lokal Ketapang mampu tampil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Kedua, penguatan identitas dan nilai moral. Di tengah derasnya arus digital, Syair Gulung hadir sebagai pengingat akan pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, adab, serta kecintaan terhadap budaya sendiri. Tradisi ini menjadi ruang untuk merawat bahasa, petuah, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Ketiga, regenerasi lintas generasi. Festival ini melibatkan budayawan, seniman, pelajar, komunitas budaya, serta generasi muda. Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi langkah penting agar tradisi Syair Gulung terus diwariskan dan tidak hilang ditelan zaman.

Keempat, penggerak ekonomi dan pariwisata. Festival Syair Gulung Tanah Kayong diharapkan dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan ini berpotensi menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat, memperkuat sektor UMKM, serta menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Ketapang.

Bupati Alexander Wilyo menilai, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada perayaan sesaat. Menurutnya, budaya harus terus dihidupkan melalui pendidikan, ruang ekspresi generasi muda, dukungan komunitas, serta kebijakan daerah yang berpihak pada penguatan identitas lokal.

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih tumbuh kuat di Kabupaten Ketapang. Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa Syair Gulung tetap memiliki tempat di hati warga Tanah Kayong.

Berakhirnya Festival Syair Gulung Tanah Kayong bukanlah akhir dari perjalanan pelestarian budaya. Sebaliknya, capaian Rekor MURI ini menjadi awal semangat baru untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang.

Harapan besar kini berada di tangan generasi muda Ketapang. Mereka diharapkan mampu terus menggaungkan syair-syair penuh makna, menjaga warisan budaya leluhur, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui jalur kebudayaan.

Melalui prestasi ini, Kabupaten Ketapang kembali menegaskan bahwa budaya daerah memiliki kekuatan besar untuk menembus panggung nasional. Syair Gulung bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga jembatan menuju masa depan yang berakar pada jati diri, nilai moral, dan kebanggaan terhadap Tanah Kayong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *